Di SMP Katolik Adisucipto Penfui, Ekstrakurikuler Kerohanian memainkan peranan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai agama Katolik, serta memperkuat iman dan spiritualitas para siswa. Berikut adalah beberapa aspek kunci dari kegiatan ekstrakurikuler kerohanian yang ditawarkan:

  1. Kegiatan Doa Bersama
    Setiap minggu, siswa berkumpul untuk berdoa bersama, memohon bimbingan Tuhan, dan merenungkan ajaran-ajaran agama. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan berdoa yang rutin dan memperkuat hubungan pribadi siswa dengan Tuhan.
  2. Pendidikan Agama Katolik
    Melalui kelas dan diskusi, siswa mendalami doktrin dan tradisi Katolik. Program ini mencakup studi Alkitab, sejarah Gereja, serta pengajaran moral dan etika yang sesuai dengan ajaran Katolik.
  3. Retret Spiritual
    Kegiatan retret diadakan secara berkala untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk refleksi pribadi dan spiritual. Retret ini dirancang untuk membantu siswa menemukan kedamaian batin, memperkuat iman mereka, dan membangun ikatan dengan sesama.
  4. Pelayanan Sosial
    Siswa dilibatkan dalam berbagai kegiatan pelayanan sosial sebagai wujud nyata dari ajaran Katolik tentang kasih dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini termasuk kunjungan ke panti asuhan, rumah jompo, dan kegiatan amal lainnya.
  5. Kegiatan Liturgi
    Siswa diajak untuk aktif dalam kegiatan liturgi Gereja, seperti Misa dan perayaan liturgis lainnya. Mereka belajar tentang tata cara liturgi, dan beberapa siswa juga berkesempatan untuk menjadi pembaca Alkitab atau pelayan misa.
  6. Kelompok Diskusi dan Bimbingan Rohani
    Ada kelompok diskusi kecil yang dipimpin oleh guru agama atau pemimpin kerohanian untuk membahas topik-topik rohani dan menjawab pertanyaan siswa tentang iman. Bimbingan rohani ini memberikan dukungan individual bagi siswa yang memerlukan.

Ekstrakurikuler Kerohanian di SMP Katolik Adisucipto Penfui tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan agama, tetapi juga sebagai platform untuk mengembangkan nilai-nilai kebajikan, kepemimpinan, dan solidaritas. Melalui berbagai kegiatan ini, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang beriman kuat, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.